Aopok.com - Sampai di sini Dina pun tak tahan lagi. Sekujur tubuhnya yang miring membelakangi suaminya itu tergetar hebat oleh pancaran dahsyat arus birahi nan melanda dirinya demi melayani keliaran dan kebuasan pelir lelaki tua tersebut. Kaki kanannya yang terjuntai tadi bergerak menendang-nendang di udara dengan semua otot-otot tubuhnya menegang sudah. Kedua terlapak kakinya yang mulus putih itu tertekuk kaku sudah mewarnai puncak orgasme keduanya nan telah tiba. Dudung pun merasa kontolnya makin dipijit-pijit dahsyat dalam kenyamanannya pada vagina sang gadis belia, namun sebagai lelaki berpengalaman yang sering melakukan permainan syahwat dia masih dapat mengendalikan orgasmenya sendiri.
“Aarghh! Ouaafrghh..!!”“Oh.. Uoohh.. Dina istriku.. Enak sekali punyamu Sayangghh..”
“Uffh.. Affghh..”
“Aku senang kau bisa merasakan surga dunia pula bersamaku.. Ayo kita ganti gaya..”
Tubuh sensual milik Dina didudukkan di atas pangkuan Dudung kini setelah rok abu-abu beserta celana dalamnya dilucuti semua hingga telanjang bulat sudah. Tangan-tangan liar Dudung tak lepas jua dari belahan dada gadis itu yang tengah mekar meranum di usia belianya dan terus meremas-remas dan memilin puting payudara indah mungil namun merangsang kepunyaan dara manis ini.
Dari bawah pantat Dudung turun naik seakan mengulek memek istri termudanya yang telah takluk itu dari bawah. Tiada sekejap pun batang pelir Dudung beristirahat di bagian paling pribadi di tubuh Dina, terus saja melaksanakan aksi ganasnya keluar masuk pada liang selangkangannya nan sudah berair santan kembali. Pada bongkahan pantat Dina, sepasang buah pelir Dudung yang bergoyang-goyang itu sudah terlumuri pula dengan cairan santan putih istri mudanya nan menandakan gadis itu kini telah menikmati pula permainan asmara paksa tersebut.
Kepala Dina terayun ke kanan dan ke kiri menyibakkan rambut hitam panjangnya nan melewati bahu ke setengah punggungnya seperti terlecut-lecut disodok-sodok oleh Dudung. Air mata telah kering dari kedua belah pipinya yang halus mulus. Mungkin ia sudah berusaha menyesuaikan perlakuan sang suaminya dan liang sanggamanya mulai terbiasa dengan ukuran pelir Dudung. Bibir memeknya mengembang dan menyusut sebentar seperti menelan batang pelir itu, tapi secepat itu pula seakan memuntahkannya terus menerus dan berulang kali tak terhitung sudah banyaknya. Tatapan mata Dina sudah sendu padanya di balik bungkaman sapu tangan di mulutnya yang mungil itu, namun Dudung bertekad sebelum ia membuahi peranakan istrinya, tak akan ia lepaskan ikatan itu terlebih dahulu.
Malahan lelaki tua ubanan yang bopeng itu semakin gencar saja mengoyak-ngoyak isi dalam lubang sanggama istrinya nan terus mengempot urat-urat kelelakiannya yang bersemayam sekian lama mengisi keheningan malam. Denyut vagina Dina memang lain daripada yang lain, namun tak percuma Dudung yang berasal dari madura nan terkenal dengan ramuannya yang telah ia minum terlebih dahulu sebelum memperkosa istrinya ini. Keperkasaan tubuh tuanya masih dapat mengimbangi pelayanan memek gadis ini nan memberi fantasi birahi terdahsyat selama hidupnya yang pernah ada. Bahkan tubuh ramping nan polos milik Dina dalam ketelanjangan di atasnya kembali dibuat meraih orgasmenya lagi.
Terkait
Tubuh bugil gadis itu telah jatuh tertelungkup dalam dekapan Dudung seakan semua tulang-tulangnya telah terlolosi pada seluruh sendi-sendinya. Dudung segera membalikkan tubuh mungil istrinya hingga telentang di sebelahnya, kemudian ia bangun dan membuka kembali belahan paha Dina sampai kedua kakinya mengangkang lebar. Memeknya yang basah sudah bolong seukuran kontolnya, ia pun sudah tak melihat lagi selaput dara bulan sabit kembar yang tadinya dimiliki oleh istri termudanya ini. Banggalah Dudung menikmati pemandangan tersebut, sebab kini dialah lelaki pertama yang mengisi hidup Dina sekaligus mengenalkan gadis itu dengan permainan cinta dua insan nan terpaut umur sangatlah jauh ini. Lanjut baca!

0 Response to "Tirai Perkawinan Terkoyak Karena Anal Seks 4"
Post a Comment